31.3 C
Makassar
Senin, September 21, 2020

Ilmuwan Temukan Awan Tipis Mars Berasal dari Tubrukan Meteor

Ilustrasi MarsIlmuwan di Departemen Ilmu Atmosfer dan Kelautan Universitas Colorado Boulder AS, Victoria Hartwick merilis temuan baru di Mars yang menunjukkan bahwa penghancuran meteor di atmosfer menciptakan partikel kecil debu. Partikel ini yang kemudian membentuk awan tipis.

Penemuan ini menurut Hartwick dapat membantu memecahkan misteri tentang bagaimana awan tipis tumbuh di tengah atmosfer dan meningkatkan pemahaman para ilmuwan terkait iklim Mars yang terjadi saat ini maupun di masa lalu.

“Awan tidak terbentuk dengan sendirinya, mereka membutuhkan sesuatu yang dipadatkan,” tulisnya dikutip dari keterangan rilis Universitas Colorado.

Hartwick mencontohkan awan yang terbentuk di Bumi terbentuk ketika butiran-butiran kecil garam laut atau debu yang beterbangan tinggi ke udara. Lalu molekul air mengumpul di sekitar partikel-partikel ini menjadi lebih besar sampai mereka membentuk kepulan besar.

Namun, benih-benih awan semacam itu tidak ada di bagian tengah atmosfer Mars. Maka Hartwick dan tim berpendapat bahwa awan yang terlihat di planet Merah dibentuk akibat meteor.

Para ilmuwan di Universitas Colorado menjelaskan bahwa rata-rata dua hingga tiga ton puing-puing angkasa menabrak Mars setiap hari-nya. Saat meteor-meteor itu terkoyak di atmosfer planet, mereka menyuntikkan sejumlah besar debu ke udara.

Guna mengetahui apakah asap seperti itu cukup untuk memunculkan hipotesis soal awan misterius di Mars, Hartwick membuat sebuah model simulasi komputer guna meniru aliran dan gejolak atmosfer.

“Model kami sebelumnya tidak dapat membentuk awan namun sekarang mereka [awan] semua ada di sana dan tampaknya mereka berada di tempat yang tepat,” kata Hartwick.

Baca Juga :  Mayat Pria Bertato Diteumukan dan Menggegerkan Warga di Makassar

Penemuan yang dilakukan para ilmuwan di Universitas Colorado ini telah memecahkan rahasia dari setiap tipe awan di Mars yang berbeda. Sekitar 40 mil atau 65 kilometer di atas permukaan planet Merah, awan es karbondioksida melayang di atmosfer.

Baca Juga :  Batalyon C Brimob Polda Sulawesi Selatan Salurkan Bantuan dan Tetap Disiagakan di Wajo

Dilansir Space, awan tipis seperti permen kapas ini lebih kecil dibanding awan yang ada di Bumi.

Selain itu, untuk memastikan apakah meteor yang terbakar di atmosfer dapat membentuk awan di planet Merah, Hartwick dan rekannya juga menggabungkan data yang diambil dari satelit Mars Atmosphere & Volatile Evolution (MAVEN) milik NASA.

Sebelumnya, alat penjelajah NASA yakni Mars Pathfinder sempat mengabadikan foto awan beberapa puluh tahun yang lalu namun para astronom belum dapat menjelaskan fenomena itu, seperti yang diberitakan Live Science.

Latest news

Peringatan HUT Palopo ke 18 Digelar Virtual

Peringatan HUT Palopo ke-18 digelar virtual dalam rapat paripurna di DPRD Kota Palopo, Kamis (2/7/2020). Wali Kota Palopo HM Judas Amir MH dalam sambutannya menyampaikan,...

Fase Baru Kawasan Industri Bantaeng

Pengelolaan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) memasuki fase baru setelah ada kesepakatan kerja sama pemerintah daerah dengan Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kesepakatan kerja sama Pemerintah...

Liverpool Juara Liga Premier Inggris Setelah 3 Dekade

Dengan bantuan Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1 di Stamford Bridge, London, dini hari tadi, klub sepakbola Liverpool memastikan juara Liga Inggris di musim 2019/2020...

Related news

Peringatan HUT Palopo ke 18 Digelar Virtual

Peringatan HUT Palopo ke-18 digelar virtual dalam rapat paripurna di DPRD Kota Palopo, Kamis (2/7/2020). Wali Kota Palopo HM Judas Amir MH dalam sambutannya menyampaikan,...

Fase Baru Kawasan Industri Bantaeng

Pengelolaan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) memasuki fase baru setelah ada kesepakatan kerja sama pemerintah daerah dengan Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kesepakatan kerja sama Pemerintah...

Liverpool Juara Liga Premier Inggris Setelah 3 Dekade

Dengan bantuan Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1 di Stamford Bridge, London, dini hari tadi, klub sepakbola Liverpool memastikan juara Liga Inggris di musim 2019/2020...

Terkait Dugaan Kasus Korupsi, DPRD Bulukumba Bentuk Pansus

Panitia Khusus (Pansus) akhirnya dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba. Pembentukan itu terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Ketua DPRD Bulukumba, Rijal mengatakan, dewan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here