29.6 C
Makassar
Senin, Oktober 19, 2020

Mantan Kabiro Ungkap Kejanggalan Perjalanan Dinas Gubernur Sulsel di Pansus

Mantan Kabiro Umum Pemprov Sulsel, M Hatta bersaksi dalam sidang Pansus Hak Angket Gubernur Nurdin Abdullah, Selasa (23/7/2019) Foto: Taufiq-detikcom

MakassarPost.com, Makassar – Mantan Kabiro Umum Pemprov Sulsel, M Hatta bersaksi dalam sidang Pansus Hak Angket GubernurĀ Nurdin Abdullah. Hatta membeberkan dugaan kejanggalan perjalanan dinas Nurdin Abdullah.

Hatta menerangkan, pada akhir Desember 2018, dirinya diminta mempersiapkan dana untuk kunjungan luar negeri Nurdin Abdullah ke Jepang. Dalam rombongan itu, selain Nurdin Abdullah terdapat beberapa staf Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang statusnya bukan ASN Pemprov Sulsel.

Baca Juga : Hak Angket DPRD, Wagub Tunggu Gubernur

“TP2D tidak masuk anggaran Biro Umum. ini anggaran 2018, ada perjalanan luar negeri tapi nomenklaturnya adalah kepala daerah dan wakil kepala derah, ada posnya di situ. Untuk staf tidak ada posnya,” kata Hatta dalam sidang pansus angket di gedung DPRD Sulsel, Makassar, Selasa (23/7/2019).

Keenam nama yang diusulkan mendampingi Nurdin menurut Hatta yakni Rudi Jamaluddin, Jayadi Nas, Jenisa, Raisa, Wijaya Kusuma, Andi Asri, dan Diah Yumaina.

Meski tidak masuk dalam pos pembiayaan, para staf gubernur ini disebut Hatta tetap berangkat ke Jepang. Bahkan keberangkatan mereka ke luar negeri menurut Hatta tidak mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Temuannya dianggap fiktif karena dokumen tidak lengkap. Salah satau dokumen tidak lengkap itu adalah izin dari Kementerian Dalam Negeri. Gubernur dapat izin tapi pendampingnya tidak ada izinnya dari kementerian,” terangnya.

Hatta menyebutkan, anggaran yang dikeluarkan saat itu berjumlah Rp 282 juta untuk tiket dan akomodasi. Kemudian ada penambahan Rp 60 juta untuk uang saku.

Baca Juga :  Gubernur Sulsel Mendampingi Presiden Jokowi di KTT ASEAN Thailand

Jelang keberangkatan, Hatta mengaku sudah menyampaikan ke staf Nurdin Abdullah soal pembiayaan ke Jepang hanya menanggung kepala daerah.

“Saya bertahan sampai H-1 pemberangkatan, bahwa saya tidak bisa membiayai itu. Tapi malam jam 23.30 WITa saya dipanggil ke rumah jabatan (gubernur), dan diminta tolong fasilitasi pemberangkatan itu,” terangnya.

Baca Juga :  Puluhan Unit Kendaraan Terjaring di Gowa

Biro Umum sambung Hatta kemudian mendapatkan tagihan perjalanan dari agen perjalanan. Hatta mengaku tidak tahu pihak yang menunjuk agen perjalanan tersebut untuk mengurusi perjalanan dinas Nurdin Abdulllah.

“Ada travel yang namanya travel Hakata, ini yang punya Ibu Lies (Liestiati Fachruddin) yang punya, istri Pak Gubernur,” kata Hatta.

(fiq/fdn)

Latest news

Peringatan HUT Palopo ke 18 Digelar Virtual

Peringatan HUT Palopo ke-18 digelar virtual dalam rapat paripurna di DPRD Kota Palopo, Kamis (2/7/2020). Wali Kota Palopo HM Judas Amir MH dalam sambutannya menyampaikan,...

Fase Baru Kawasan Industri Bantaeng

Pengelolaan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) memasuki fase baru setelah ada kesepakatan kerja sama pemerintah daerah dengan Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kesepakatan kerja sama Pemerintah...

Liverpool Juara Liga Premier Inggris Setelah 3 Dekade

Dengan bantuan Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1 di Stamford Bridge, London, dini hari tadi, klub sepakbola Liverpool memastikan juara Liga Inggris di musim 2019/2020...

Related news

Peringatan HUT Palopo ke 18 Digelar Virtual

Peringatan HUT Palopo ke-18 digelar virtual dalam rapat paripurna di DPRD Kota Palopo, Kamis (2/7/2020). Wali Kota Palopo HM Judas Amir MH dalam sambutannya menyampaikan,...

Fase Baru Kawasan Industri Bantaeng

Pengelolaan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) memasuki fase baru setelah ada kesepakatan kerja sama pemerintah daerah dengan Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kesepakatan kerja sama Pemerintah...

Liverpool Juara Liga Premier Inggris Setelah 3 Dekade

Dengan bantuan Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1 di Stamford Bridge, London, dini hari tadi, klub sepakbola Liverpool memastikan juara Liga Inggris di musim 2019/2020...

Terkait Dugaan Kasus Korupsi, DPRD Bulukumba Bentuk Pansus

Panitia Khusus (Pansus) akhirnya dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba. Pembentukan itu terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Ketua DPRD Bulukumba, Rijal mengatakan, dewan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here