Makassar Post

Berita Terkini Makassar dan Sulsel

Warga Bahu Membahu Evakuasi Korban Erupsi Tangkuban Parahu

Tidak ada Komentar Share:
Warga Bahu-membahu Evakuasi Korban Erupsi Tangkuban Parahu Erupsi Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat, Jumat (26/7). Foto: ANTARA FOTO/Dok PVMBG

MakassarPost.com, Jakarta – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia diterjunkan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak erupsi Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat, Jumat (26/7). Sebanyak 30 Tagana terdiri dari 25 orang Tagana Kabupaten Subang dan 5 orang dari Tagana Kabupaten Bandung Barat dikerahkan untuk bantu evakuasi korban erupsi.

“Sesaat setelah terjadinya erupsi Gunung Tangkuban Perahu Tagana sudah berada di lokasi. Fokus tugas yang dilakukan adalah perlindungan korban bencana alam. Dalam hal ini pengunjung dan pedagang serta wisatawan yang berkemah di sekitarnya,” kata Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengutip Antara, (27/7).

Menurut Agus Tagana yang diisi generasi muda dari lokasi sekitar bencana bahu-membahu mengevakuasi warga setempat.

“Warga juga turun membantu yakni dari Kampung Siaga Bencana Desa Cicadas. Mereka bahu-membahu membantu proses evakuasi,” ucap Agus.

Sebagian besar pedagang yang dievakuasi adalah warga Ciater dan Cikole. Mereka telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara para pengunjung yang mayoritas menggunakan kendaraan pribadi sudah meninggalkan lokasi.

Dikatakan Mensos, Tagana Kabupaten Subang memiliki Posko Tagana yang berjarak sekitar tujuh km dari Gunung Tangkuban Perahu. Sehari-harinya posko ini dijaga empat personel Tagana yang bertugas bergantian.

“Maka begitu kejadian mereka langsung ke lokasi dan membantu evakuasi pedagang dan pengunjung. Bergabung dengan relawan, aparat keamanan, dan aparat desa setempat,” tutur Menteri Agus.

Saat ini kendati erupsi telah berhenti, pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Tim Tagana juga tetap bersiaga dan meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak terkait di Posko Gabungan Gunung Tangkuban Parahu.

Sementara itu Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan total Tagana Kabupaten Subang berjumlah 70 orang.

Tagana yang diturunkan memiliki kemampuan bidang komunikasi, rescue, manajemen posko, dan logistik. Mereka juga terus melakukan koordinasi dengan badan vulkanologi dan BPBD setempat.

“Koordinasi terus dilakukan dan apabila diperlukan kebutuhan logistik untuk masyarakat terdampak akan disalurkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi pada Jumat pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. (mik)

Previous Article

Bupati Kudus Korupsi untuk Bayar Cicilan

Next Article

Rumah Panggung Terbakar, Puluhan Karung Gabah Ikut Terbakar

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *