31.3 C
Makassar
Senin, September 21, 2020

Petani di Sulsel Miliki Aset Rp 16 Miliar karena Jualan Narkoba

Petani di Sulsel Punya Aset Rp 16 Miliar karena Jualan Narkoba
Foto: Muhammad Taufiqqurrahman/detikcom

MakssarPost.com, Makassar – BNN RI mengungkap kasus bisnis narkoba yang dilakukan petani di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan total aset Rp 16 miliar. Aset miliaran rupiah itu pelaku dapatkan setelah berbisnis narkoba dengan jaringan internasional.

“Kami bekerja sama dengan Polda Sulsel menyelidiki, hasilnya ada beberapa aset bernilai cukup fantastis, uang lebih Rp 2 M,” kata Direktur TPPU BNN RI Brigjen Pol Bahagia Dachi di Makassar, Sulsel, Kamis (18/7/2019).

Petani warga Sulsel itu bernama Agus Sulo alias Lagu dan Syukur. Dachi menyebut, selain uang Rp 2 M, aset-aset kedua tersangka diketahui berupa tanah, sawah, rumah, mobil mewah, pabrik rak telur, dan lain-lain dengan total nilai sekitar Rp 16 M.

Penangkapan keduanya berasal dari tertangkapnya Lagu di daerah Rappang, Kelurahan Lalebbata, Kecamatan Panca Rijang, Sidrap, pada 16 Mei 2019. Setelah Lagu, petugas kemudian membekuk Syukur.

“Keduanya ini terlibat jaringan sabu internasional yang didapatkan dari Malaysia, lalu dibawa masuk ke Kalimantan dan menuju ke Sulsel,” ungkapnya.

“Salah satu jaringan internasional yang salah satu wilayah operasinya di Sulsel dan wilayah lainnya,” imbuh dia.

Dari hasil interogasi awal, keduanya telah menaikkan status mereka dari petani menjadi bandar narkoba sejak 2014. Keduanya, sebelumnya, pernah tertangkap di Kalimantan Utara dengan barang bukti 10 kilogram sabu.

Dalam menjalankan aksinya, keduanya mempekerjakan banyak kurir di Sulsel, khususnya di Sidrap.

“Sudah beberapa kali jaringan ini melakukan jual-beli narkoba, ada beberapa kasus yang pernah melibatkan mereka di wilayah Polda Sulsel dan 10 kilogram dari Kaltim,” kata Dachi.

Baca Juga :  Hampir Dua Pekan Identitas Mayat Bertato Belum Terungkap

Sementara itu, Ketua BNNP Sulsel Brigjen Pol Idris Kadir menyebut kedua tersangka memiliki profil awal sebagai petani.

“Kalau kita lihat profil awal mereka itu petani, lalu mengembangkan bisnis narkoba,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelni Siap Berlakukan Satu Tiket Untuk Satu Tempat Tidur

Kedua bandar kini terancam hukuman penjara 20 tahun setelah dijerat UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dam Pemberantasan TPPU.

Simak Video “Gerebek Kampung Narkoba di Makassar, Polisi Kejar-kejaran dengan Pelaku”

(fiq/idn)

Latest news

Peringatan HUT Palopo ke 18 Digelar Virtual

Peringatan HUT Palopo ke-18 digelar virtual dalam rapat paripurna di DPRD Kota Palopo, Kamis (2/7/2020). Wali Kota Palopo HM Judas Amir MH dalam sambutannya menyampaikan,...

Fase Baru Kawasan Industri Bantaeng

Pengelolaan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) memasuki fase baru setelah ada kesepakatan kerja sama pemerintah daerah dengan Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kesepakatan kerja sama Pemerintah...

Liverpool Juara Liga Premier Inggris Setelah 3 Dekade

Dengan bantuan Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1 di Stamford Bridge, London, dini hari tadi, klub sepakbola Liverpool memastikan juara Liga Inggris di musim 2019/2020...

Terkait Dugaan Kasus Korupsi, DPRD Bulukumba Bentuk Pansus

Panitia Khusus (Pansus) akhirnya dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba. Pembentukan itu terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Ketua DPRD Bulukumba, Rijal mengatakan, dewan...

Related news

Fase Baru Kawasan Industri Bantaeng

Pengelolaan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) memasuki fase baru setelah ada kesepakatan kerja sama pemerintah daerah dengan Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kesepakatan kerja sama Pemerintah...

Liverpool Juara Liga Premier Inggris Setelah 3 Dekade

Dengan bantuan Chelsea mengalahkan Manchester City 2-1 di Stamford Bridge, London, dini hari tadi, klub sepakbola Liverpool memastikan juara Liga Inggris di musim 2019/2020...

Terkait Dugaan Kasus Korupsi, DPRD Bulukumba Bentuk Pansus

Panitia Khusus (Pansus) akhirnya dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba. Pembentukan itu terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Ketua DPRD Bulukumba, Rijal mengatakan, dewan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here