Makassar Post

Berita Terkini Makassar dan Sulsel

Pemuda Tewas Ditikam Teman Sendiri Saat Pesta Miras

Tidak ada Komentar Share:
Kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian imbas pesta miras di Makassar. Foto : SINDOnews/Faisal Mustafa

MakassarPost.com, Makassar – Agus Sulistio (30) tega menghabisi nyawa Andi Irsa Aditya alias Enda (31) yang tidak lain temannya sendiri. Korban tewas dengan tiga luka tusuk di bagian dada, bawah ketiak dan lengan oleh senjata tajam jenis badik.

Kapolsek Panakukkang, Kompol Ananda Fauzi Harahap, menuturkan peristiwa penganiayaan yang berujung kematian ini bermula ketika pelaku menyambangi korban saat pesta minuman keras (miras) di Jalan Toddopuli II, Minggu (4/8/2019) malam.

Kala itu, Enda sedang menengguk miras jenis ballo bersama lima temannya yang lain yakni Reski, Rifai, Iswandi, Petrus, dan Fikar. Agus diketahui datang sebatas untuk nongkrong. Ia tidak ikut menenggak miras, sebatas mendengarkan musik yang diputar.

Tiba-tiba, Enda yang diduga sudah mabuk, menghampiri dan duduk di samping Agus yang tengah bermain gitar. Pelaku lantas pamit untuk menunaikan salat Isya berjemaah, tapi mendadak ditahan oleh korban dengan merangkul lehernya.

Saat merangkul leher Agus, Enda lantas berbisik dan menuduh temannya itu menjadi mata-mata polisi. “Kamu yang biasa banpol (bantuan polisi atau informan polisi) saya.” Mendengar itu, Agus kaget dan tidak terima. Ia mencoba mengklarifikasi tuduhan itu yang dianggapnya kesalahpahaman.

Agus bahkan sempat memberikan jaminan, dirinya siap dikeroyok kalau memang berstatus banpol (bantuan polisi). “Pelaku ini mau pergi salat tapi dilarang oleh korban lalu dituding banpol. Pelaku tak terima sehingga cekcok dan kemudian korban langsung memukul pelaku meski pelaku awalnya tidak ingin menghiraukan korban,” ucap Ananda, Senin (5/8/2019), soal kronologi awal peristiwa itu.

“Ya tapi karena terus dipukul, sehingga pelaku pun emosi lalu menikam korban membabi-buta,” sambung Ananda.

Melihat Enda sudah terjatuh tersungkur dan bersimbah darah, beberapa rekan korban pun langsung melerai keduanya. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina Makassar untuk diberikan perawatan medis. Enda akhirnya tewas setelah kehabisan darah, meski sempat dirawat sebentar di instalasi gawat darurat.

“Yah, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina tapi karena mengalami luka cukup serius sehingga nyawanya tidak tertolong. Pihak dokter rumah sakit menyatakan korban kehabisan darah,” jelas Ananda.

Sementara Agus yang sadar telah melakukan tindak pidana berat lantas menyerahkan diri ke Markas Polsek Panakkukang. Warga Jalan Toddopuli III itu datang bersama salah seorang temannya.

“Sudah menyerahkan diri, usai kejadian pelaku ini menyerahkan diri dan mengakui kesalahannya. Untuk menghindari amukan keluarga korban, kita bawa pelaku ke Polrestabes Makassar untuk menghindari dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Dalam kasus itu, kepolisian mengamankan barang bukti sebuah senjata tajam jenis badik yang digunakan Agus menghabisi nyawa Enda. Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di ruang Reskrim Polrestabes Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Previous Article

Pemkot Makassar Ancam Tutup Pasar Segar

Next Article

Pemkab Gowa Kampanyekan Pengurangan Sampah Dari Plastik

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *